| Pembangunan fasilitas kesehatan non pemerintah tak lekang oleh krisis |
Pembangunan sarana kesehatan selama satu tahun ke depan tak lekang oleh terpaan krisis ekonomi global yang juga mampir ke Indonesia. Dalam 12 bulan terakhir BCI Asia, sebuah media informasi rencana proyek konstruksi, melaporkan sedikitnya ada 190 proyek fasilitas kesehatan, di seluruh Indonesia.
Memang selayaknya pembangunan sarana umum ini terus dikejar baik oleh pemerintah maupun swasta termasuk kalangan kampus baik yang setaraf regional/daerah, nasional hingga internasional, demi memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat di semua kalangan, apapun kondisinya.
Data diperoleh dari riset yang dilakukan oleh para konsultan riset BCI Asia melalui wawancara dengan para pemilik proyek, konsultan perencana/arsitek dan otoritas pemerintah, hingga kunjungan ke lokasi proyek. Pelayanan kesehatan, bukan mutlak tanggung jawab pemerintah saja, namun pelayanan oleh unsur masyarakat yang bersifat sosial maupun berbasis komersial dirasa membantu hadirnya pelayanan kesehatan yang merata bagi masyarakat baik, dengan kualitas yang semakin modern dan terjangkau. Sepertihalnya Rumah Sakit Immanuel tengah menambah fasilitas berupa gedung bedah sentral sembilan lantai dengan luas bangunan berkisar 9.000 meter persegi, proyek ini berlokasi di Jalan Kopo, Bandung. Konstruksi dijadwalkan mulai Januari 2009 dan diharapkan selesai akhir 2009.
Proyek ini yang dirancang oleh salah satu Top10 arsitek Indonesia yaitu Urbane Indonesia, Bandung juga didukung tim proyek lainnya yaitu Structural Engineer oleh Wiratman & Associates, Mechanical & Electrical Engineer oleh Gradian Mitrakarsa PT, dan sebagai Quantity Surveyor adalah WT Partnership (Wolferstan Trower Indonesia PT) .
Konsultan arsitek Hargianto and Associate, konsultan struktur Findo Group - Geo Issec PT serta perusahaan manajemen konstruksi Big Engineering PT dan kontraktor Multi Karya PT - Pekanbaru dipercaya masuk dalam tim proyek ini. Konstruksi telah dimulai akhir 2008. terlibat sebagai tim proyek, Medisain PT sebagai tim arsitektur, Annex Kumara PT (Waicitrya Grup) sebagai konsultan manajemen konstruksi dan Duta Graha Indah PT Tbk sebagai pelaksana konstruksinya.
Dalam proyek ini, Global Rancang Selaras PT dipercaya sebagai tim arsitektur sekaligus sebagai konsultan struktur, sedangkan untuk pekerjaan perencanaan mekanikal dan elektrikal ditunjuk Metromedia Elmeka Engineering PT. Proyek ini dijadwalkan mulai konstruksi ditahun 2009 ini.
Di lingkungan pendidikan, ada 16 kampus mengembangkan rumah sakit pendidikan yang selain merupakan fasilitas belajar mengajar juga berfungsi layaknya fasilitas kesehatan lainnya. Dalam tahapan konsep, sebut saja, Universitas Indonesia, tercatat sedang merencanakan membangun rumah sakit pendidikan terdiri dari 10 bangunan di atas lahan seluas tujuh hektar di kampus Depok.
Sedangkan Universitas Udayana Bali, juga sedang menyusun rencana pembangunan rumah sakit empat lantai dengan luas bangunan 16.000 meter persegi, meliputi: unit rawat inap, poliklinik dan kantor, namun saat ini masih dalam tahap konsep.
|
Belum ada komentar
mXcomment 1.0.5 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
Opini Lainnya
- DITUNGGU, PEMIMPIN YANG MAU MEMBENAHI POLRI
- Pembangunan fasilitas kesehatan non pemerintah tak lekang oleh krisis
- Pesona Pasar Konstruksi Bali di Tengah Badai Krisis Ekonomi
- WOC, Deklarasi Kelautan dan Optimalisasi Ekonomi
- SANKSI SOSIAL DAN BUDAYA BAGI KORUPTOR
- Koordinator untuk di luar Jawa
- Memahami Kekerasan Orang Madura *)
- Jakarta Termehek mehek Apa Obatnya?
- Indonesia Kehilangan Tenaga Terdidik
- Terapi Pemimpin
Donasi Web
![]() |
2300919378 an. Khoiril Anwar |
![]() |
121-00-0465046- 5 an. Khoiril Anwar |
| Laporan & Donatur | |
Pengunjung Online
| Total: 4 Alumni: 0 / Tamu: 4 |
| No members online |
Shout It!
|
Login dulu untuk chat! Daftar dulu di sini! |

(0 vote)





