Pembangunan fasilitas kesehatan non pemerintah tak lekang oleh krisis
Ditulis oleh dianputra, Wednesday, 06 May 2009 12:56
Rating    (0 vote)
Dibaca 1175

Pembangunan sarana kesehatan selama satu tahun ke depan tak lekang oleh terpaan krisis ekonomi global yang juga mampir ke Indonesia. Dalam 12 bulan terakhir BCI Asia, sebuah media informasi rencana proyek konstruksi, melaporkan sedikitnya ada 190 proyek fasilitas kesehatan, di seluruh Indonesia.

 

 

Memang selayaknya pembangunan sarana umum ini terus dikejar baik oleh pemerintah maupun swasta termasuk kalangan kampus baik yang setaraf regional/daerah, nasional hingga internasional, demi memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat di semua kalangan, apapun kondisinya.
 
Dari catatan BCI Asia, proyek-proyek tersebut dengan biaya konstruksi minimal Rp 5 milyar dan mulai dibangun dalam kurun waktu tahun akhir 2007 – pertengahan 2010, tidak hanya di kota-kota utama, namun di kota-kota sedang di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

 

Data diperoleh dari riset yang dilakukan oleh para konsultan riset BCI Asia melalui wawancara dengan para pemilik proyek, konsultan perencana/arsitek dan otoritas pemerintah, hingga kunjungan ke lokasi proyek.
 
Total nilai konstruksi proyek-proyek tersebut mencapai Rp8 Trilyun rupiah yang terbagi dalam tahapan konstruksi 32% dengan jumlah 80 proyek, tahapan proses tender 11% dengan jumlah 15 proyek, tahapan perancangan/desain 34% dengan jumlah 61 proyek, serta dalam tahap konsep dan sayembara masing-masing 18% untuk proyek dan 2% proyek untuk 6 proyek.
 
Rumah Sakit Swasta

Pelayanan kesehatan, bukan mutlak tanggung jawab pemerintah saja, namun pelayanan oleh unsur masyarakat yang bersifat sosial maupun berbasis komersial dirasa membantu hadirnya pelayanan kesehatan yang merata bagi masyarakat baik, dengan kualitas yang semakin modern dan terjangkau.

Sepertihalnya Rumah Sakit Immanuel tengah menambah fasilitas berupa gedung bedah sentral sembilan lantai dengan luas bangunan berkisar 9.000 meter persegi, proyek ini berlokasi di Jalan Kopo, Bandung. Konstruksi dijadwalkan mulai Januari 2009 dan diharapkan selesai akhir 2009.
 
Sedangkan jaringan Rumah Sakit Siloam mengembangkan sedikitnya 7 rumah sakit di Jakarta, Surabaya dan Bali. Di Jakarta, dikembangkan seiring dengan komplek Kemang Village,  rumah sakit ini terdiri dari 12 lantai dengan luas bangunan 30.000 meter persegi, meliputi: unit rawat inap terdiri 250 tempat tidur, unit gawat darurat, poliklinik dan laboratorium. Konstruksi diharapkan mulai Desember 2009 dan diharapkan selesai Januari 2010.
 
Di kawasan TB Simatupang Jakarta Selatan, Group Mayapada juga sedang merancang sebuah rumah sakit tiga lantai dengan luas bangunan 30.000 meter persegi, meliputi: unit rawat inap terdiri 1.500 tempat tidur, unit gawat darurat, poliklinik dan laboratorium, di atas lahan seluas dua hektar.

 

Proyek ini yang dirancang oleh salah satu Top10 arsitek Indonesia yaitu Urbane Indonesia, Bandung juga didukung tim proyek lainnya yaitu Structural Engineer oleh Wiratman & Associates, Mechanical & Electrical Engineer oleh Gradian Mitrakarsa PT, dan sebagai Quantity Surveyor  adalah WT Partnership (Wolferstan Trower Indonesia PT) .
 
Di Sumatera, Rumah Sakit Awal Bross memperluas fasilitasnya dengan menambah gedung 10 lantai dengan luas bangunan sekitar 9.000 meter persegi. Konstruksi dijadwalkan mulai Februari 2009 dan diharapkan selesai Oktober 2009.

 

Konsultan arsitek Hargianto and Associate, konsultan struktur Findo Group - Geo Issec PT serta perusahaan manajemen konstruksi Big Engineering PT dan kontraktor  Multi Karya PT - Pekanbaru dipercaya masuk dalam tim proyek ini.
 
Di Surabaya, Besturi Delta Medika PT sedang membangun Rumah Sakit Bedah IKABI yang berlokasi di Jalan Raya Manyar, Surabaya. Bangunan rumah sakit lima lantai dan dua lapis basement dengan luas bangunan 8.400 meter persegi, meliputi: unit rawat inap, unit gawat darurat, poliklinik dan kantor.

Konstruksi telah dimulai akhir 2008.  terlibat sebagai tim proyek, Medisain PT sebagai tim arsitektur, Annex Kumara PT (Waicitrya Grup) sebagai konsultan manajemen konstruksi dan Duta Graha Indah PT Tbk sebagai pelaksana konstruksinya.
 
Selain itu, Medisain PT, juga menangani perancangan Tasikmalaya Medical Center yang merupakan rumah sakit lima lantai dengan luas bangunan 8.000 meter persegi, meliputi: unit rawat inap, unit gawat darurat, poliklinik dan laboratorium.  
 
Di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Kabupaten Kolaka, Pancaputra Ganda Group sedang mempersiapkan pembangunan rumah sakit internasional empat lantai dengan luas bangunan 11.500 meter persegi.

 

Dalam proyek ini, Global Rancang Selaras PT dipercaya sebagai tim arsitektur sekaligus sebagai konsultan struktur, sedangkan untuk pekerjaan perencanaan mekanikal dan elektrikal ditunjuk Metromedia Elmeka Engineering PT. Proyek ini dijadwalkan mulai konstruksi ditahun 2009 ini.
 
Rumah sakit pendidikan

 

Di lingkungan pendidikan, ada 16 kampus mengembangkan rumah sakit pendidikan yang selain merupakan fasilitas belajar mengajar juga berfungsi layaknya fasilitas kesehatan lainnya.

Dalam tahapan konsep, sebut saja, Universitas Indonesia, tercatat sedang merencanakan membangun rumah sakit pendidikan terdiri dari 10 bangunan di atas lahan seluas tujuh hektar di kampus Depok.
 
Sedangkan di Medan, Universitas Sumatera Utara saat ini sedang membangun rumah sakit dengan luas bangunan hingga 50.000 meter persegi dengan ketinggian lima lantai, yang terdiri dari ruang perawatan, unit gawat darurat, dan termasuk pula poliklinik . Proyek ini didukung pendanaan dari Islamic Development Bank. 
 
Demikian juga di Jawa Timur, dibantu arsitek Global Rancang Selaras PT, Universitas Muhammadiyah Malang sedang merancang pembangunan rumah sakit untuk fakultas kedokteran yang terdiri dari bangunan utama 6 lantai dengan luas bangunan sekitar 6.000 meter persegi,  gedung pelatihan profesi dokter satu lantai seluas 1.400 meter persegi, gedung pelayanan kesehatan satu lantai seluas 3.400 meter persegi.
 
Di Sleman, Jogjakarta, Universitas Gajah Mada juga membangun rumah sakit akademik lima lantai dengan luas bangunan sekitar 25.000 meter persegi, meliputi: unit rawat inap terdiri 200 tempat tidur, unit gawat darurat, poliklinik dan laboratorium, di atas lahan seluas 40.000 meter persegi. Bangunan ini, perancangan desain arsitekturnya dipercayakan kepada Realrich Sjarief Architect (Dot Dot Design).
 
Di bulan Maret 2009, diharapkan gedung rumah sakit pendidikan yang terdiri dari satu dan empat lantai dengan luas bangunan sekitar 15.000 meter persegi, juga dibangun di lingkungan  Universitas Diponegoro Semarang. Proyek akan dibiayai oleh Islamic Development Bank (IDB).
 
Di Nusa Tenggara Barat, Universitas Mataram sedang mempersiapkan pembangunan  rumah sakit pendidikan empat lantai dengan luas bangunan sekitar 18.000 meter persegi. Untuk itu sayembara perancangan, telah dibuka.

 

Sedangkan Universitas Udayana Bali, juga sedang menyusun rencana pembangunan rumah sakit empat lantai dengan luas bangunan 16.000 meter persegi, meliputi: unit rawat inap, poliklinik dan kantor, namun saat ini masih dalam tahap konsep.
 
Rumah sakit pendidikan lainnya, dibangun tersebar di berbagai daerah seperti di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, dan  Universitas Kristen Krida Wacana di Jakarta, Universitas Hasanuddin di Makassar, Universitas Tanjungpura di Pontianak, Universitas Airlangga di Surabaya, Universitas Pattimura di Ambon, Universitas Padjadjaran di Bandung, Universitas Islam Sultan Agung di Jawa Tengah, Universitas Sam Ratulangi di Manado, dan Universitas Brawijaya, di Malang.

Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us

Komentar ()

Belum ada komentar

Beri Komentar



mXcomment 1.0.5 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Alumni Terbaru

Highslide JS Highslide JS

Donasi Web

2300919378
an. Khoiril Anwar
121-00-0465046- 5
an. Khoiril Anwar
Laporan & Donatur

Pengunjung Online

Total: 3
Alumni: 0 / Tamu: 3
No members online

Shout It!



Login dulu untuk chat!
Daftar dulu di sini!

Warga Kauje