BTC-JRC: Menjembatani PT ROMINDO DAN UNIVERSITAS JEMBER
Ditulis oleh dianputra, Saturday, 16 May 2009 18:13
Rating    (0 vote)
Dibaca 540

Pada hari Jumat, 8 Mei 2009, Business Technology Center - Jababeka Research Center (BTC-JRC) dan BTC-Network mempertemukan PT. Romindo Primavetcom dengan peneliti dari Jurusan Kimia Universitas Jember (UNEJ).


 

Pada forum kecil ABG ini (Academician, Business, Government), dicapai kesepakatan untuk maju ke tahap kontrak riset. Sebelumnya, atas dasar persetujuan dari PT. Romindo, proposal riset telah diajukan ke dalam Program Insentif Riset Terapan 2010 dengan judul ”Penerapan Teknologi Hidrolisat Protein Ikan Dalam Pakan Ternak Yang Efisien”.

 

Pertemuan berlangsung di Pabrik PT. Romindo di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Dr. Drs. A. Sjaifullah, MSc (peneliti dari Jurusan Kimia UNEJ), drh. Setiadjit DS (Plant Manager), drh. Indryasnowo Priyowasono (Business Development Manager), Okta (Apoteker), Drs. Budi Eman (BTC Jababeka), Edy Rahardjo, Anteng Setia Ningsih, dan Sandi Kusnadi (Tim BTC-Network).

 

Dalam pertemuan ini, Tim BTC Network berperan membantu BTC-JRC dalam mengintermediasi jalannya diskusi.

 

 
 

PT. Romindo mulai beroperasi pada tahun 1998. Pada awalnya, perusahan ini merupakan perusahaan distributor (trader) untuk produk–produk pakan dan obat hewan impor.

 

Sebagai trader, PT. Romindo mempunyai market share yang cukup tinggi untuk produk vaksin impor dari Perancis. Seiring dengan berkembangnya perusahaan, PT. Romindo mencoba mengembangkan formula dan memproduksi sendiri produknya, antara lain suplemen tambahan (feed additive) berupa premix vitamin dan mineral untuk pakan, obat hewan, dan vaksin.

 

Untuk meningkatkan kualitas dan varian produknya, PT. Romindo mendirikan divisi riset dan pengembangan di tahun 2008. PT. Romindo memproduksi 1000 ton obat setiap tahun dan memiliki perwakilan hampir di seluruh Indonesia kecuali Maluku Utara dan Papua.

 

Pertemuan ini adalah pertemuan perdana sejak dipublikasikannya permintaan teknologi PT. Romindo di laporan BTC-JRC dan website BTC-Network.

 

Teknologi yang diminta berhubungan dengan drug delivery untuk meningkatkan efisiensi penyerapan vitamin dan mineral dari pakan ternak yang dicampur dengan feed additive. Permintaan teknologi ini disambut baik oleh Dr. Sjaifullah.

 

Teknologi hidrolisat ikan lemuru secara enzimatik ini merupakan hasil Riset Dasar Dr. Sjaifullah yang dibiayai oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi pada tahun 2007.

 

Dalam rencana penelitian terapan ini akan diproduksi hidrolisat ikan dengan derajat hidrolisis tertentu dicampurkan dalam suatu komposisi pakan ternak untuk mendapatkan konversi pakan optimum.

 

Produksi hidrolisat ikan dalam skala pilot dengan berbagai derajat hidrolisis akan dilakukan di Jurusan Kimia UNEJ dan uji efisiensi pakan akan dilakukan Teaching Farm milik PT. Romindo.

 

Berdasarkan hasil uji efisiensi optimum hidrolisat protein ikan, akan dikembangkan teknologi produksi pakan dan cara pemberian pakan ternak dan ikan dengan proses biologi tertentu (hidrolisis) yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pakan.

 

Protein merupakan unsur penting dan berperan untuk membantu pencernaan pakan oleh hewan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan protein tinggi dari hidrolisat ikan lemuru dengan tingkat pencernaan (digestion) yang tinggi.

 

PT. Romindo berharap penelitian ini dapat bermanfaat untuk memperbaiki tingkat penyerapan vitamin dan mineral pakan hewan, terutama untuk pakan termak ruminansia (live-stock) dan dapat menghemat biaya produksi hingga 2%, dimana harga bahan baku protein saat ini mencapai Rp 200,-/kg berat hewan (secara relatif cukup tinggi).

 

Setelah session diskusi, PT. Romindo mempersilahkan Dr. Sjaifulllah, BTC-JRC dan Tim BTC Network untuk berkeliling di lokasi pabrik.

 

Kunjungan diawali di laboratorium riset dan pengembangan. Kemudian dilanjutkan ke bagian produksi, pengemasan, gudang bahan baku gudang bahan kemasan, dan gudang produksi jadi. PT. Romindo sudah berhasil mendapatkan sertifikai ISO 9001 : 2000 untuk produknya sejak 2005.

 

Menurut drh. Setiadjit, sebagian besar peralatan produksi di perusahaan ini merupakan produksi dalam negeri yaitu dari daerah Sidoarjo, sedangkan bahan baku hampir seluruhnya diimpor, kecuali kapur. Untuk masa depan, PT. Romindo berharap pemerintah dapat membantu dalam kegiatan riset dan pengembangan bahan baku sehingga semua bahan baku dapat diproduksi dari dalam negeri.

 

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Dr. Sjaifullah akan menanggapi pertanyaan-pertanyaan detil dari PT. Romindo, kemudian kedua belah pihak akan menyusun proposal teknis kegiatan ini.

 

Untuk mengikat kedua belah pihak, disepakati untuk menyusun kesepakatan bersama yang mengatur mengenai hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam kerja sama yang akan dilakukan. (AD-DDIPT/BTC Network)

(sumber : www.ristek.go.id/www.unej.ac.id)

Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us

Komentar ()

Belum ada komentar

Beri Komentar



mXcomment 1.0.5 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Alumni Terbaru

Highslide JS Highslide JS

Donasi Web

2300919378
an. Khoiril Anwar
121-00-0465046- 5
an. Khoiril Anwar
Laporan & Donatur

Pengunjung Online

Total: 2
Alumni: 0 / Tamu: 2
No members online

Shout It!



Login dulu untuk chat!
Daftar dulu di sini!

Warga Kauje