Pesona Pasar Konstruksi Bali di Tengah Badai Krisis Ekonomi
Ditulis oleh dianputra, Sunday, 03 May 2009 10:07
Rating    (0 vote)
Dibaca 759

Oleh: Dian Putra  

 

Industri pariwisata yang merupakan tulang punggung perekonomian Bali tidak luput dari dampak krisis ekonomi global. Sejumlah proyek melambat pelaksanaannya dan merubah jadwal realisasi konstruksinya, untuk mengantisipasi melemahnya pasar permintaan.

 

Namun pesona Pulau Dewata yang sudah menjadi destinasi utama pelancong seluruh dunia tidak menyurutkan minat para pengembang dan operator fasilitas sarana hospitality baik lokal maupun mancanegara untuk melakukan ekspansi usahanya.

 Data BCI Asia menggambarkan,  di tahun 2008 proyek bangunan gedung dan proyek hunian mencapai US$ 436 juta. Khusus untuk proyek hotel, tren positif tumbuh dari US$51.47 juta di tahun 2006 naik menjadi US$ 86,48 juta di tahun 2008. 


Pulihnya kondisi keamanan paska serangan teroris beberapa waktu lalu, dimantapkan dengan komitmen pemerintah yang didukung semua pihak di Indonesia khususnya di Bali, serta kerjasama yang baik dengan negara sahabat, menciptakan kondisi Bali kembali menjadi primadona di mata industri pariwisata.


Secara rata-rata, proyek bangunan gedung di Bali memiliki pangsa pasar sekitar 7 persen dari pasar nasional.  Sektor hunian merupakan nilai terbesar di tahun 2008 dengan nilai mencapai US$ 288 juta yang juga menyumbang 66,21 persen dari total nilai konstruksi di Bali. Hotel merupakan nilai tertinggi kedua yang mencapai 19,84% (US$86,48juta).


Konstruksi hotel di Bali menyumbang 22,4% dari pasar hotel nasional, diikuti Jakarta Raya dan beberapa kota utama.


Pasar Hotel di Bali

Secara umum, Bali memiliki 7 daerah tujuan wisata, antara lain: Nusa Dua, Tanjung Benoa, Seminyak, Kuta, Sanur, Jimbaran dan Ubud. Kabupaten Badung dan Denpasar, di kawasan selatan merupakan tujuan paling favorit para pelancong domestik maupun mancanegara.


Sekitar 80 persen hotel berbintang tiga, empat dan lima beroperasi di kawasan ini yang merupakan lokasi utama kegiatan industri MICE (meetings, incentives, conventions and exhibitions). Konstruksi untuk proyek-proyek apartemen, ruko, pusat perbelanjaan, hotel, villa dan resor juga terpusat di kawasan Bali Selatan.


Kuta dan Seminyak merupakan pilihan favorit untuk pengembangan hotel dan pusat belanja, hiburan, bisnis serta memiliki pantai-pantai yang sudah terkenal  di penjuru dunia.


Untuk pengembangan masa depan pariwisata Bali, pemerintah saat ini serius mempertimbangkan bandara baru di kawasan Bali utara, lokasi diperkirakan di Kabupaten Buleleng . Proyek ini diyakini bakal melebarkan manfaat ekonomi dari bisnis pariwisata ke kawasan ini, yang nantinya juga akan menambah pasar industri konstruksi.


BCI Asia mencatat sejumlah jaringan operator hotel internasional sangat percaya diri mengembangkan bisnisnya dengan mengoperasikan hotel-hotel mereka di Bali, termasuk Aston International Hotel, Best Western Hotel, Tune Hotel, dll.


Aston boleh dibilang merupakan jaringan hotel yang cukup agresif berbisnis di penjuru nusantara. Jaringan ini mengelola 14 hotel, resor, villa, delapan di antaranya berada di Bali dan akan menambah 16 properti lagi di medio 2009-2010. Proyek yang akan dioperasikan Aston Internasional di Bali termasuk:  100 Sunset Boutique Hotel , Aston Kuta Hotel & Residence, Grand Svasti Bali Condotel.


Best Western International Hotel,  jaringan hotel pendatang baru di Indonesia saat ini sedang membangun enam hotel di Indonesia, tiga di antaranya berada di Bali, selain di Jakarta, Solo dan Padang.  Di April 2009, akan dibuka Best Western New Kuta Condotel sebuah bagian penting dari Pecatu New Kuta Beach yang merupakan pengembangan kawasan terpadu seluas 400 hektar. New Kuta yang memiliki pasir putih dan gelombang laut yang dipadu dengan fasilitas lapangan golf 18 hole akan menjadi surga dunia bagi pecinta pantai, peselancar dan pecinta golf.


Di bulan September 2009, Best Western Premier Kuta  akan dibuka 188 kamar, sedangkan di bulan Mei 2009 Best Western Resort Kuta dengan 111 kamar. Dalam tahapan perancangan, masih di Bali, Best Western Grand Seminyak Condotel, akan terdiri dari 256 kamar.


Di kota lain, di bulan April 2009 akan dibuka West Western Premier Basko Hotel yang terdiri dari 170 kamar,  disusul di Solo dengan 162 kamar pada Juni 2009, Best Western Mangga Dua Hotel & Residence pada Juli 2009 dengan 168 kamar.


Melalui layanan Project Lead E-bulletin dan Lead Manager,  BCI Asia juga melaporkan bahwa Tune Hotels sebuah jaringan hotel dari negeri jiran kini juga berburu dollar di Indonesia.  Jaringan ini merupakan bagian dari kelompok Air Asia, yang akan mengoperasikan dua hotel di Bali tahun ini. Hotel ini merupakan hotel pertama milik jaringan ini yang beroperasi di luar Malaysia. Masing-masing akan teridiri dari 170 dan 139 kamar di Kuta dan di Legian, yang kesemuanya ini masih dalam tahap konstruksi.  Selain Bali, Tune Hotel tentunya juga melirik kawasan lain di Indonesia, seperti di Batam.


Kelompok usaha lain di Bali yang berekspansi ada Accor Indonesia dengan Mercure Bali Kuta Harvestland Hotel yang merupakan hotel empat lantai dengan 150 kamar, juga Palma Group dengan pembangunan kembali sebuah hotel, menjadi Holiday Inn Resort Baruna (Intercontinental Hotel Group) yang merupakan hotel bintang empat dengan 195 kamar.


Bali Selatan dan Nusa Dua

Di Bali selatan, Pecatu Indah Resort  sebuah pengembangan kawasan seluas 400 hektar kembali hadir seiring optimisme industri  pariwisata di pulau dewata.  Kawasan yang kaya akan budaya asli Bali ini, dikembangkan terpadu dengan kawasan sarana pariwisata modern, rekreasi dan hunian berkelas internasional.


Proyek properti yang saat ini dikembangkan di sini antara lain New Kuta Condotel, De Ramachandra Villas dan Bukit Pecatu Villas.

Kawasan Nusa Dua, yang dikelola oleh Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dirancang sebagai  kawasan untuk penembangan hotel berbintang lima dengan fasilitas dan layanan internasional. 


Nusa Dua Resort merupakan resor pantai dengan pantai pasir putih sepanjang 7 kilometer  dengan luas 300 hektar dikembangkan secara terpadu sesuai sebagai satu kawasan resor terpadu.  Proyek terakhir yang tercatat di kawasan ini antara lain: Bualu Hotel, Griya Shanti Hotel & Apartment.


Kondotel

Kombinasi fasilitas hotel dan hunian berlayanan menjadi tren pengembangan baru akomodasi di tujuan utama pariwisata di Indonesia, termasuk Bali dengan para investor internasional yang sangat berpotensi. Konsep kondotel memang membutuhkan para investor dan pelanggan yang bagi pengembang merupakan investasi dengan pengembalian modal yang cepat. Untuk investor individu, ini juga menguntuntungkan, karena memiliki tanpa harus mengelola/memelihara sendiri.

 

Sebagaimana kondotel  Grand Svasti yang dikelola Aston Internasional, merupakan peluang investasi yang menarik di antara pasar properti di Bali.

 

 


Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us

Komentar ()

Belum ada komentar

Beri Komentar



mXcomment 1.0.5 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Alumni Terbaru

Highslide JS Highslide JS

Donasi Web

2300919378
an. Khoiril Anwar
121-00-0465046- 5
an. Khoiril Anwar
Laporan & Donatur

Pengunjung Online

Total: 4
Alumni: 0 / Tamu: 4
No members online

Shout It!



Login dulu untuk chat!
Daftar dulu di sini!

Warga Kauje